Kuliah Tamu : Restoratif Justice sebagai Reformasi Hukum Pidana Indonesia

9 Desember 2023 | Dok: Admin FH

Kediri, FH UNIK – Pada hari Sabtu, 9 Desember 2023 Fakultas Hukum Unik suasana haru dan antusias menyambut kedatangan seorang pembicara, Dr. Maria Febriana, S.H., M.H. adalah Jaksa Fungsional Kejari Kota Kediri, Kedatangannya kali ini tidak hanya sebagai pembicara biasa, melainkan sebagai pelopor kuliah tamu restoratif justice yang diharapkan dapat merangsang pemikiran dan membawa perubahan dalam sistem peradilan Indonesia.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Restu Adi Putra, S.H., M.Kn. yang menyampaikan betapa pentingnya mendekatkan mahasiswa dengan konsep restoratif justice sebagai bagian dari reformasi hukum pidana di Indonesia. Beliau menyatakan bahwa Kuliah Tamu yang diadakan dengan Offline di Auditorium Universitas Kadiri dan Online melalui Zoom Meeting, materi ini sangat menarik karena dari peradilan konvensional dengan pendekatan restoratif, dapat menjadi kunci untuk meningkatkan penegakan keadilan di negara ini.

Dr. Maria Febriana, S.H., M.H. memulai Kuliah Tamu dengan memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip restoratif justice. Beliau menjelaskan bahwa metode ini berfokus pada pemulihan hubungan yang terganggu akibat tindakan kriminal, bukan hanya pada hukuman terhadap pelaku. Melalui pendekatan ini, korban dan pelaku diajak berpartisipasi aktif dalam proses penyelesaian konflik, dengan tujuan untuk menciptakan pemahaman, empati, dan rekonsiliasi.

Dalam konteks Indonesia, Dr. Maria Febriana, S.H., M.H. menekankan perlunya integrasi restoratif justice dalam sistem peradilan yang sudah ada. Hal ini melibatkan peran mediator yang berfungsi sebagai penghubung antara korban, pelaku, dan sistem peradilan formal.

Salah satu contoh yang dijelaskan Dr. Maria Febriana, S.H., M.H. adalah penggunaan konferensi restoratif sebagai alat untuk membuka dialog antara korban dan pelaku di awal proses peradilan. Dengan adanya mediator yang terlatih, konferensi ini dapat menciptakan ruang bagi mereka untuk berbicara, mendengar satu sama lain, dan bersama-sama mencari solusi yang adil dan bermakna.

Kuliah tamu ini tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga mencakup studi kasus dari negara-negara. Dr. Maria Febriana, S.H., M.H. mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis dan bersama-sama menciptakan rencana implementasi yang dapat disesuaikan dengan realitas hukum Indonesia.

Pada akhir acara, suasana diskusi yang hidup memunculkan berbagai ide dan pertanyaan dari mahasiswa. Mahasiswa, sebagai agen perubahan masa depan, meninggalkan ruangan dengan semangat baru untuk mengimplementasikan konsep restoratif justice dalam praktik hukum di Indonesia.